EducationUSA Mentorship Program

AMANDA WITDARMONO: Refleksi Seorang Mahasiswa Pendidikan

“Kalau sudah mau masuk air, jangan setengah-setengah.”

 

Saat itu usia saya baru lulus SMA dan pada usia 16 tahun, saya masih belum tahu, bidang apa yang ingin saya dalami lebih lanjut di bangku kuliah. Saya yakin akan kecintaan saya bekerja bersama dengan anak-anak. Akan tetapi, lalu apa bidangnya? Psikologi? Komunikasi keluarga? Sosiologi?

 

Orang tua pun memberi pesan di atas. “Jangan setengah-setengah.” Dengan dukungan dari mereka, saya mantap untuk mendalami bidang pendidikan. Saya pun terdaftar sebagai mahasiswa Boston University, mengambil jurusan Elementary Education. Selama empat tahun saya digembleng menjadi seorang pendidik yang mumpuni. Pengalaman mengajar di berbagai sekolah yang begitu beragam, ditambah dengan keahlian dan kepedulian para dosen, membuat saya semakin bersyukur atas pilihan jurusan saya. Saat saya lulus, saya tahu, bahwa ilmu pendidikan ini tidak hanya untuk anak-anak yang masa depannya akan sedikit banyak menjadi tanggung jawab saya – ilmu pendidikan ini mengasah identitas saya sebagai seorang individu.

 

Saya tidak kapok. Kecintaan saya pada dunia sekolah, perpustakaan dan buku-buku sejarah berlanjut pada sebuah tekad untuk melanjutkan pendidikan strata dua. Hidup pun berpihak – saya berhasil masuk ke Columbia University, mempelajari International Education Development. Sebuah kebanggaan untuk orang tua dan untuk saya pribadi, namun bersamaan dengan itu, ada juga sebuah tantangan yang semakin besar untuk menghasilkan sesuatu yang konkrit dan progresif untuk bangsa Indonesia.

 

Bisa dibilang, saya cukup familiar dengan sistem pendidikan Amerika Serikat, baik dari taman kanak-kanak hingga jenjang kuliah. Saya sempat menjadi siswa dan saya sempat berdiri di sisi sebaliknya sebagai guru. Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan beberapa hal yang sering ditanyakan orang lain kepada saya…

 

*Mengapa mengambil jurusan pendidikan?

Jawabannya simpel: karena saya sangat suka bekerja dengan anak-anak. Untuk teman-teman yang berminat untuk mengambil bidang pendidikan, ada baiknya untuk menentukan secara lebih spesifik, apa tujuan dari pendalaman jurusan itu. Pendidikan terbagi dalam berbagai segmen lagi. Contohnya, saat saya menempuh pendidikan bachelors atau sarjana, saya banyak mempelajari ilmu teknis pedagogi, seperti bagaimana cara mengelola kelas, atau bagaimana integrasi media/teknologi dengan interaksi siswa dan guru. Berbeda dengan apa yang saya dapatkan di masters atau pasca-sarjana. Di situ, saya menganalisa kurikulum dan memastikan bahwa sebuah pelayanan pendidikan publik membawa ROI atau return on investment yang holistik bagi masyarakat sekelilingnya. Pendidikan bukan selalu berarti mengajar dalam ruang kelas. Scopenya luas, dan saya dengan senang hati menjawab pertanyaan Teman-teman yang berminat untuk mendalami bidang pendidikan lebih lanjut. Indonesia can always use more educators!

 

*Apakah GRE itu sulit?

Tentu saja. Secara verbal, kata-kata yang harus dipelajari merupakan kata-kata yang tidak sering terpakai, tidak juga pada publikasi berkesan serius seperti International Heralds Tribune atau Monocle. Secara matematika, pemikiran yang diperlukan juga higher-level, dimana kita tidak hanya membaca fakta tetapi juga menganalisa dan mengambil kesimpulan. Tipsnya adalah untuk benar-benar mengalokasikan waktu untuk mempersiapkan diri. Saya mengambil GRE kira-kira dua tahun sebelum saya mengirimkan aplikasi saya. Alasannya adalah, agar jika nilainya kurang memuaskan, saya dapat mengambil lagi, dan juga karena pada saat itu, saya juga masih duduk di bangku kuliah S1. Saya tahu, bahwa jika saya mempelajari GRE saat saya sudah bekerja, akan semakin sulit untuk fokus pada tes itu. Alokasikan waktu, gunakan kemampuan otak sebesar-besarnya, dan berdoa. Satu hal yang membuat bahagia, GRE bukan menjadi penentu satu-satunya untuk penerimaan Teman-teman di universitas.

 

*Ada tips untuk menulis esai?

Esai juga dinamakan “personal statement”. Personal berarti pribadi, dan tentunya, triknya adalah untuk menceritakan mengenai diri sendiri. Teman-teman dapat menjual kapasitas diri, tanpa terkesan sombong, sekaligus meyakinkan pembaca esai bahwa Teman-teman layak menjadi bagian dari angkatan selanjutnya, tanpa merendahkan prestasi diri. Pikirkan baik-baik mengenai alasan Teman-teman untuk melanjutkan pendidikan, juga life-defining moments di hidup Teman-teman yang membuat identitas diri semakin kuat. Ketika kita menggabungkan momen tersebut dengan realita yang ada di zaman ini, dan dikuatkan dengan teori para ahli, pastinya buah-buah pikiran itu akan menjadi sebuah alasan yang kuat, mengapa universitas yang dituju layak memberi surat penerimaan kepada kalian.

 

*Kamu adalah seorang pendidik. Apa pandanganmu terhadap sistem pendidikan di Amerika Serikat?

Neil Diamond dalam lagunya America, berkata, bahwa para pendatang memilih Amerika Serikat untuk menjadi “free, only want to be free.” Saya ingin menggaris-bawahi kebebasan itu, pun dalam dunia pendidikan. Konsep pilihan atau choice menjadi sesuatu yang berharga, baik dalam pemilihan mata kuliah, maupun apabila Teman-teman berubah pikiran di tengah jalan, dan ingin mengambil jurusan lain. Saya datang ke universitas dengan beberapa mimpi, misalnya untuk mempelajari dampak kolonialisme Belanda pada sistem persekolahan kita di Indonesia. Saya mempunyai kesempatan itu, melalui sebuah semester dimana saya mendalami aspek sosial daerah Asia Tenggara. Gunakan kesempatan dan kebebasan yang ada. America is an amazing place to be. Far, but nonetheless amazing!

January 21, 2015

1 Responses on AMANDA WITDARMONO: Refleksi Seorang Mahasiswa Pendidikan"

  1. Terima kasih atas bagi pengalaman melalui esai yang menarik di atas. Perkenalkan, aku Rony dari Jogja. Aku juga tertarik untuk “menyelami” lebih dalam jagat pendidikan, baik di tingkat lokal maupun internasional. Aku pikir, kita memiliki kesamaan visi dalam mengembangkan pendidikan Indonesia di hari depan.

    Aku berencana untuk melanjutkan studi master di Michigan State University, jurusan Magister of Arts Literacy Instruction (MALIT). Kalau boleh tahu, adakah riset maupun esai ihwal pendidikan yang telah kamu tulis dan publikasikan; yang boleh kubaca. Aku ingin belajar lebih darimu, khususnya berkaitan dengan pendidikan. Sampai jumpa di waktu yang entah kapan. Terima kasih.

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>